Pada Senin, 8 Desember 2025, Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam Kerinci kembali melaksanakan Ujian Tulis Awal Semester (UAS) Tahun Pelajaran 2025/2026. Sejak pagi, suasana pondok terlihat lebih tertib dari biasanya. Para santri berbondong-bondong menuju ruang ujian masing-masing dengan membawa perlengkapan tulis, raut wajah penuh keseriusan, namun tetap menunjukkan semangat dalam menyambut agenda penting ini. Ujian dimulai pukul 07.30 WIB dan dibuka dengan pengarahan singkat dari panitia mengenai tata tertib pelaksanaan, pemanfaatan waktu, serta adab selama mengikuti ujian. Pengarahan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh santri bahwa ujian bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga tanggung jawab moral dalam menjaga kejujuran dan amanah. Ketua Panitia Ujian, Al-Ustadz Khairul Amri, M.Pd, dalam keterangannya menyampaikan bahwa UAS memiliki peran penting sebagai alat evaluasi bagi guru dan santri. Menurut beliau, ujian tidak hanya mengukur sejauh mana pemahaman santri terhadap materi pelajaran selama satu semester, namun juga menjadi sarana pembentukan karakter. Beliau mengingatkan santri akan sebuah kaidah, *“Bil imtihaani yukramul mar’u aw yuhaanu”*, yang berarti *dengan ujian seseorang dapat dimuliakan atau dilecehkan*. Ungkapan ini menjadi pesan moral bahwa kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Seluruh ruang ujian diawasi oleh guru pengawas untuk memastikan jalannya ujian berlangsung tertib dan sesuai prosedur. Laporan panitia menunjukkan bahwa hari pertama ujian berjalan lancar tanpa kendala berarti, dan hampir seluruh santri hadir tepat waktu. Hal ini mencerminkan kesiapan mereka dalam menjalani proses belajar selama satu semester terakhir. Ujian sendiri menjadi penting bagi kedua belah pihak—guru dan santri. Guru dapat mengetahui sejauh mana ketercapaian peserta didik dalam memahami pelajaran, sekaligus mengevaluasi kelebihan dan kekurangan metode mengajar, strategi pembelajaran, serta bahan ajar yang telah digunakan di kelas. Bahkan, guru juga diuji kedisiplinannya dalam menyusun soal dan mengolah nilai. Sedangkan bagi santri, ujian memberi gambaran jelas tentang tingkat pemahaman mereka. Dari hasil ujian, santri dapat menilai kembali cara belajar mereka dan menemukan metode yang lebih baik untuk digunakan di masa mendatang. Dalam kesempatan ini, para santri juga diingatkan bahwa ujian, baik dalam pendidikan maupun dalam kehidupan, merupakan keniscayaan. Sebagaimana sebuah nasihat Arab berbunyi, **“أمامك اخياران في الحياة أن تقبل الظروف كما هي، أو أن تقبل مسؤولية تغيير هذه الظروف”**, bahwa dalam hidup seseorang hanya memiliki dua pilihan: menerima keadaan apa adanya, atau menerima tanggung jawab untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. Pesan ini menegaskan bahwa perkembangan diri hanya dapat dicapai ketika seseorang berani mengambil langkah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidupnya. Para santri juga diberi motivasi bahwa setiap usaha tidak akan pernah sia-sia. Kesulitan yang ditemui ketika belajar adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Hal ini sejalan dengan firman Allah, **“إن مع العسر يسرا”**, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Kesulitan bukan untuk ditakuti atau dihindari, tetapi untuk dihadapi dan dipelajari, karena **“الصعوبة لا تتركك حتى تتعلم منها”**—kesulitan tidak akan meninggalkan seseorang sampai ia belajar darinya. Dengan terlaksananya UAS Awal Semester ini, Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam Kerinci kembali meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kemandirian, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Ujian bukan hanya penilaian akhir, namun sebuah perjalanan panjang pembentukan karakter untuk melahirkan generasi yang unggul, berilmu, dan menjadi *khairul ummah* tentunya hal ini selaras dengan visi-misi Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam Kerinci.