Kerinci, 31 Juli 2026 – Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam kembali mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan lembaganya dengan melaksanakan Pelantikan Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Pengurus Asrama pada Kamis, 31 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dihadiri oleh seluruh santri serta Dewan Guru Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam.
Momentum tersebut menjadi tonggak bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam berdiri pada tahun 2021, secara resmi dibentuk dan dilantik Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) beserta Organisasi Pengurus Asrama sebagai bagian dari sistem pendidikan dan kaderisasi kepemimpinan santri. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 27 santri resmi dilantik sebagai Pengurus Asrama, sementara jajaran Pengurus OPPM juga dikukuhkan untuk mengemban amanah dalam menjalankan berbagai program kepesantrenan.

Dalam sambutannya, Ust. Dr. Muhammad Fadhlan, M.Pd menegaskan bahwa pendidikan di Pondok Pesantren tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi menerapkan sistem pendidikan holistik yang berlangsung selama 24 jam. Menurut beliau, seluruh aktivitas santri, baik di kelas, masjid, asrama, maupun lingkungan pesantren merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.
Beliau menjelaskan bahwa pendidikan holistik yang diterapkan di Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam dibangun di atas beberapa pilar utama, yaitu keteladanan dari seluruh guru dan pembina serta kurikulum terpadu yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pembinaan karakter, pendidikan ibadah, kepemimpinan, dan kehidupan bermasyarakat. Dengan sistem tersebut, setiap santri memperoleh pengalaman belajar yang menyeluruh sehingga mampu berkembang tidak hanya dari aspek intelektual, tetapi juga spiritual, emosional, dan sosial.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa guru di pondok bukan sekadar mengajar mata pelajaran, melainkan memiliki tanggung jawab yang lebih besar sebagai pendidik yang membimbing, membina, dan memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, proses pendidikan di pesantren berlangsung sepanjang waktu melalui interaksi antara guru dan santri.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa pembentukan OPPM dan Kepengurusan Asrama bukanlah sekadar kegiatan seremonial atau pelengkap administrasi pesantren. Sebaliknya, organisasi ini merupakan wadah pembelajaran nyata bagi santri, khususnya kelas V dan VI, untuk belajar memimpin, mengelola organisasi, mendisiplinkan santri, menyelesaikan berbagai persoalan, serta berlatih menjadi pendidik yang bertanggung jawab.
“Melalui amanah ini, para santri belajar bagaimana mendidik, membimbing, melayani, dan menjadi teladan bagi adik-adiknya. Inilah proses kaderisasi yang akan menjadi bekal ketika mereka kelak menjadi guru dan pemimpin di tengah masyarakat,” ujar beliau.

Beliau juga menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan sejarah besar bagi Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam yang akan selalu dikenang oleh seluruh santri dan Dewan Guru. Bertepatan dengan perjalanan pondok yang memasuki usia ke-6 tahun, lahirnya OPPM dan Organisasi Pengurus Asrama menjadi bukti semakin berkembangnya sistem pendidikan dan kaderisasi kepemimpinan di lingkungan pesantren.
Di akhir sambutannya, Ust. Dr. Muhammad Fadhlan, M.Pd memberikan pesan yang penuh makna kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
“Jagalah amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kalian dipercaya oleh pondok untuk belajar mendidik santri. Mendidiklah dengan penuh tanggung jawab, mendidiklah dengan akhlak yang mulia, dan mendidiklah dengan keikhlasan.”
Beliau berharap seluruh pengurus mampu menjalankan amanah dengan penuh dedikasi, menjadi teladan bagi seluruh santri, serta terus menjaga nilai-nilai disiplin, ukhuwah, dan pengabdian yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam.
Pelantikan perdana OPPM dan Pengurus Asrama ini diharapkan menjadi awal lahirnya tradisi kepemimpinan santri yang berkelanjutan. Melalui organisasi ini, Pondok Pesantren Modern Darul Qiyam berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, tanggung jawab, akhlak mulia, serta kesiapan menjadi pendidik dan pemimpin umat di masa depan.